SEJARAH SINGKAT
Dari kawasan perkebunan menjadi Glenmore.
Penelitian sejarah UIN KHAS Jember menempatkan perkembangan Glenmore dalam konteks ekspansi perkebunan swasta setelah Agrarische Wet 1870. Kawasan Banyuwangi yang subur menjadi bagian dari ekonomi perkebunan ekspor Hindia Belanda.
Penelitian tersebut mencatat Ros Taylor, seorang pengusaha asal Skotlandia, sebagai pendiri Glenmore Estate. Kegiatan estate disebut dimulai pada 2 Februari 1910 di lereng selatan Gunung Raung dengan komoditas seperti kopi, karet, dan kakao.
Pada 1920–1928, estate berkembang melalui pembangunan infrastruktur dasar, gudang, fasilitas pekerja, irigasi, serta jaringan transportasi. Jalur kereta membantu distribusi hasil perkebunan menuju pelabuhan dan pasar ekspor Eropa.
Karena sejarah Glenmore juga menyentuh arsip Eropa, halaman ini dibangun sebagai ruang temu. Kami ingin membantu mempertemukan kembali foto lama, surat, nama keluarga, catatan perkebunan, dan cerita personal yang mungkin tersimpan di Indonesia, Belanda, Skotlandia, atau negara lain.
